Suporter adalah mereka yang selalu hadir
di stadion menemani langkah klub kesayangannya berlaga baik tandang
maupun kandang. Aksi-aksi unik pun bersama nyanyian dan tarian, mereka
lakukan untuk menggenjot semangat pemain idolanya. Begitu pun
sebaliknya, apabila klub andalan mereka mendapat ketidakadilan atas
keputusan wasit, atau dicurangi ol
Rabu, 27 Februari 2013
Sejarah Sepakbola
- 1. Sejarah Sepak BolaSepakbola adalah olahraga yang sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat dunia. Penggemar olahraga yang satu ini samasekali tidak mengenal usia, jenis kelamin, agama maupun suku bangsa. Di dalam olahraga sepakbola, setiap individu bebasmengekspresikan kecintaan mereka akan sepakbola dan tim-tim yang mereka dukung dan pemain sepakbola yang mereka puja.Namun tidak setiap individu mengerti benar sejarah sepakbola dunia. Dari mana sepak bola berasal dan bagaimana sepakbolamenjadi olahraga yang sangat populer.Banyak yang mengira bahwa orang Inggris adalah penemu permainan sepakbola, padahal dari literature yang ada, termasukpernyataan FIFA sendiri, yang memperkenalkan bentuk pertama permainan sepabola adalah negeri China. Fakta sejarahmengatakan bahwa pada abad kedua dan ketiga sebelum masehi, telah dikenal permainan bernama Cuju di China yang dimainkanoleh para tentara. Mereka saling menendang suatu benda ke titik tertentu. Inggris memang memiliki peran besar dalam sejarahsepakbola. Negara ratu Elisabeth ini merupakan yang pertama menerapkan peraturn dalam bermain sepakbola. peraturan itudibuat karena pada abad ke 19, sepakbola memiliki banyak sekali versi yang berbeda satu sama lain. peraturn itu dibuat untukmenyeragamkan perbedaan. Inggris sendiri mengenal sepakbola sejak abad ke delapan; yang menjadi pondasi permainansepakbola modern. Namun, sepakbola pada waktu itu belum seperti sekarang. Masih banyak poin dan aturan yang ditambahkanseiring dengan berjalannya waktu.Seiring dengan berjalannya waktu dan tuntutan, banyak aturan – aturan baru ditambahkan. Contohnya penggunaan kartu kuningdan merah. Kedua kartu hukuman tersebut dipakai pertama kali di ajang piala dunia 1970. Sejarah sepakbola juga mengenalberbagai macam kompetisi yang bergulir. Kompetisi yang tertua adalah kompetisi Piala FA di
Teori Psikologi Terkait Pola Perilaku Suporter
Suporter sepakbola di negeri ini tidak
pernah lepas dari stigma negatif. faktor labelling, partisipasi media,
dan latar belakang dari masing-masing individu dari mereka adalah
komponen pembentuk perilaku mereka.
Hakikat suporter adalah kerumunan di
mana kerumunan tersebut diartikan sebagai sejumlah orang yang berada
pada tempat yang sama, adakalanya tidak saling mengenal, dan memiliki
sifat yang peka terhadap stimulus (rangsangan) yang datang dari luar.
(Soeprapto, 2010).
Salah satu perilaku negatif suporter
yang dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat adalah perilaku
anarkis seperti tindak kekerasan/tawuran antar suporter, pengrusakan
fasilitas umum dan melakukan tindakan yang mengarah ke tindak kriminal
seperti penjarahan di mana perilaku mereka ini tidak hanya merugikan
mereka dan klub namun juga berdampak pada masyarakat dengan menyisakan
rasa takut/cemas masyarakat terhadap suporter sepakbola hingga
masyarakatpun memunculkan stigma terhadap mereka, selain itu kerugian
materil akibat kerusuhan suporter dan juga pengrusakan fasilitas umum
tentunya menjadi hal yang sangat disayangkan. Pada akhirnya maka tidak
heran jika perilaku suporter sepakbola ini dianggap sebagai wujud
masalah sosial karena dampak yang ditimbulkannya baik itu yang berupa
fisik seperti pengrusakan fasilitas umum dan non fisik yakni rasa
takut/cemas masyarakat ketika bertemu suporter sepakbola.
10 Kekalahan terbesar dalam Sejarah Sepakbola Di Dunia
Jika dalam pertandingan sepakbola liga
apapun dan dimana pun, skor mungkin yang dinilai normal atas kemenangan
suatu tim tidak lebih berkisar dari 10 skor yang dapat diciptakan dalam
waktu 90 menit merupakan hal yang lumrah terjadi, maka Anda akan
tercengang ketika mengulang kembali sejarah persepakbolaan di dunia ini
yang pernah mengukir skor atas kemenangan yang diraih dengan angka yang
sangat terpaut jauh. Berikut dilansir dari bola.net ada sederet peristiwa-peristiwa yang mencengangkan atas perolehan skor tersebut:
Arbroath 36-0 Bon Accord (1885)
Kesalahan administratif membuat klub
kriket Aberdeen Orion diundang untuk bermain di Piala Skotlandia sebagai
pengganti Aberdeen Orion FC, membuat Arbroath FC mampu mencatat rekor
kemenangan terbesar di dunia sepak bola Inggris Raya.
Situasi tersebut terjadi karena memang banyak klub yang memainkan banyak cabang olahraga lain, tetapi gabungan para pemain kriket dari klub Orion menerima undangan tersebut dan mengadopsi nama Bon Accord untuk menandai debut sepak bola mereka.
Pemain Arbroath, John Petrie yang masih berumur 18 tahun kala itu, menghasilkan rekor 13 gol sementara laporan yang ada menunjukkan jika Bon Accord tidak satu kali pun melakukan tembakan ke arah gawang. Kiper Arboath, Jim Milne Snr bahkan sampai harus meminjam sebuah payung dari temannya di tribun penonton, sementara wasit Dave Stormont mengakui bahwa skor yang tercipta sudah cukup bagus untuk Bon Accord karena dia sudah “menghapus tujuh gol” atas dasar keputusan offside yang “sangat meragukan”.
Situasi tersebut terjadi karena memang banyak klub yang memainkan banyak cabang olahraga lain, tetapi gabungan para pemain kriket dari klub Orion menerima undangan tersebut dan mengadopsi nama Bon Accord untuk menandai debut sepak bola mereka.
Pemain Arbroath, John Petrie yang masih berumur 18 tahun kala itu, menghasilkan rekor 13 gol sementara laporan yang ada menunjukkan jika Bon Accord tidak satu kali pun melakukan tembakan ke arah gawang. Kiper Arboath, Jim Milne Snr bahkan sampai harus meminjam sebuah payung dari temannya di tribun penonton, sementara wasit Dave Stormont mengakui bahwa skor yang tercipta sudah cukup bagus untuk Bon Accord karena dia sudah “menghapus tujuh gol” atas dasar keputusan offside yang “sangat meragukan”.
Bulan September 1987, Orion FC mampu
memenuhi undangan yang sebenarnya ketika mereka lagi-lagi bersua
Arbroath di putaran pertama Piala Skotlandia. Dan Arbroath masih menang
dengan skor 18-0 kala itu.
Dundee Harp 35-0 Aberdeen Rovers (1885)
Ketika Arbroath mencatat kemenangan
mereka atas Bon Accord dengan skor 36-0 pada 12 September 1885, Dundee
Harp hampir saja menyamai rekor mereka melawan tim lain dari kota
Aberdeen, di tempat lain yang berjarak kurang lebih 20 mil. Wasit
sebenarnya mencatat 37 gol ketika Harp menghancurkan Aberdeen Rovers,
tetapi mantan sekretaris klub hanya mencatat 35, dan wasit – yang
mengaku sudah berusaha keras untuk memantau catatan gol tersebut –
akhirnya menulis 35-0 sebagai hasil resmi.
Preston 26-0 Hyde (1887)
Masih menjadi rekort dari pertandingan
kompetitif di Inggris, adalah saat Preston mengalahkan Hyde – yang
didirikan 2 tahun sebelumnya, 26-0 di putaran pertama Piala FA.
Kehebatan skuad Preston tidak terlepas dari peran Major William Sudell, seorang manajer pabrik kapas yang datang di klub tersebut ketika masih remaja tahun 1867 sebelum menjadi ketua klub. Dia melakukan revolusi di klub dengan memasukkan beberapa pemain dari Skotlandia.
Kehebatan skuad Preston tidak terlepas dari peran Major William Sudell, seorang manajer pabrik kapas yang datang di klub tersebut ketika masih remaja tahun 1867 sebelum menjadi ketua klub. Dia melakukan revolusi di klub dengan memasukkan beberapa pemain dari Skotlandia.
Sudell, menjanjikan
para pemain Skotlandia itu pekerjaan di pabrik miliknya disertai gaji
untuk penampilan mereka. FA dengan tegas melarang hal tersebut dengan
dalih profesionalisme. Tim Sudell pun didepak dari Piala FA tahun 1884
setelah menang atas Upton Park setelah klub asal kota London itu
mengajukan protes bahwa Preston telah membayar para pemainnya secara
legal.
Tahun 1885, kebijakan FA mengenai gaji
pemain melunak, dan Sudell pun bersinar. Dengan skuad superior yang
dimilikinya, Sudell mengadopsi formasi 2-3-5 dan menggunakan papan tulis
untuk menjelaskan taktiknya, dan kemenangan atas Hyde tahun 1887
menggambarkan mereka sudah jauh lebih maju dibandingkan tim lain yang
seangkatan.
Mereka memang kalah dari West Brom di final Piala FA Tahun itu dengan skor 3-1, tetapi mereka mengunci posisi mereka dalam sejarah di musim perdana Football League tahun 1988-1989, memenangkan liga dan piala domestik tanpa pernah kalah di mana mereka akhirnya dikenal dengan sebutan Invincibles.
Mereka memang kalah dari West Brom di final Piala FA Tahun itu dengan skor 3-1, tetapi mereka mengunci posisi mereka dalam sejarah di musim perdana Football League tahun 1988-1989, memenangkan liga dan piala domestik tanpa pernah kalah di mana mereka akhirnya dikenal dengan sebutan Invincibles.
Real Madrid 11-1 Barcelona (1943)
Perang sipil Spanyol telah menyulut ketegangan antara Madrid dan Barca di mana Los Azulgrana
kemudian menjadi sebuah simbol Catalanism yang berdiri di seberang tim
ibukota tersebut. Perang tersebut menyebabkan pertandingan di antara
kedua tim tersebut vakum tahun 1936 sampai 1939 dan, meski Barca
memiliki catatan lebih baik di pertemuan awal pasca perang, Madrid mampu
memenangi empat dari lima pertandingan sebelum pertandingan mereka yang
terkenal di pentas piala domestik tahun 1943.
Pada laga semifinal Copa del Generalisimo – atau Copa del Rey
selama pemerintahan Jenderal Francisco Franco – Barca menang 3-0 di
kandangnya, stadion Les Corts pada leg pertama, diiringi siulan fans
Catalonia pada pemain tim tamu.
Franco dikabarkan sangat marah akan
hasil tersebut dan cerita yang berkembang menyebut, jelang leg kedua,
direktur keamanan dalam negeri Spanyol telah memperingatkan para pemain
Barca akan sikap patriotisme mereka yang kurang dan mengatakan bahwa
mereka “bisa bermain karena kedermawanan rezim Franco”. Para fans Madrid
pun diberi peluit demi menurunkan semangat tim tamu mereka, dan Madrid
memimpin 8-0 pada paruh pertama untuk menyudahi permainan dengan hasil
11-1 – yang masih menjadi kemenangan terbesar sepanjang sejarah klub
Hungaria 7-1 Inggris (1954)
Melihat penampilan Ferenc Puskas
yang gemuk ketika Hungaria tiba di Wembley tahun 1953, seorang pemain
dari Inggris yang tidak diketahui identitasnya mengatakan sesuatu yang
kemudian menjadi terkenal: “Lihat laki-laki gemuk yang mungil itu. Kita
akan membantai tim ini.”
Memang naif untuk mengatakan hal
tersebut karena pada akhirnya, dengan reputasi Hungaria yang semakin
berkembang di Eropa, mereka justru membantai Inggris dengan kemenangan
6-3 sekaligus mengakhiri reputasi tuan rumah yang tak terkalahkan selama
90 tahun ketika bermain di kandang melawan tim dari luar kepulauan
Inggris.
Bulan Mei tahun berikutnya, Inggris
pergi ke Budapest untuk mengembalikan martabat mereka. Di sana, mereka
menderita kekalahan 7-1, melampaui kekalahan 7-2 dari Skotlandia tahun
1878 dan masih menjadi kekalahan terburuk dalam sejarah mereka.
Manchester United 10-0 Anderlecht (1956)
Chelsea, menjuarai Liga Inggris tahun
1954-55, namun mengundurkan diri dari pertandingan Liga Champion Eropa
periode pertama atas saran Alan Hardaker, sekretaris
Football League. Sikapnya yang menentang kompetisi ini timbul karena
sikap rasis terhadap Eropa dan juga keinginan untuk memastikan bahwa
Liga Inggris masih menjadi trofi yang paling diinginkan para klub.
Ketika United memenangkan liga di tahun 1955-56, Matt Busby
berniat ikut bagian pada kompetisi baru Eropa tersebut, dan menentang
upaya Hardaker untuk mencegah mereka melakukannya. Skuad yang dikenal
dengan nama Busby’s Babes pun segera memberi kesan. Pada 12
September 1956, United mengalahkan Anderlecht, juara Belgia, pada
putaran pertama. Mereka menang 2-0 di Brussels lewat pertandingan ketat
di mana kiper Ray Wood melakukan serangkaian aksi penyelamatan gemilang.
Pertandingan leg kedua diadakan di
stadion Maine Road karena Old Trafford kekurangan lampu sorot.
Pertandingan tersebut pun menjadi arena pembantaian dengan Dennis Viollet mencetak empat gol diikuti Tommy Taylor
dengan tiga gol. Busby berencana membuat United menjadi tim terbaik
dunia, tetapi mereka kalah 5-3 di laga semifinal tahun itu oleh sang
juara, Real Madrid, yang kemudian mendominasi di periode awal kompetisi.
Hungaria 10-1 El Salvador (1982)
Hungaria merupakan tim pertama dan
satu-satunya yang meraih kemenangan dengan dua digit di Piala Dunia
ketika mereka mengalahkan El Salvador pada laga pembuka edisi 1982 di
Spanyol.
El Salvador mengalami debut yang cukup
sulit di tahun 1970, ketika mereka gagal mencetak gol di tiga kekalahan
beruntun mereka. Pelatih Mauricio ‘Pipo’ Rodriguez
masih memberi kesan yang positif atas kekalahan 10-1 mereka: “Saya
senang sekaligus sedih. Saya senang karena kami berhasil mencetak gol
pertama kami di Piala Dunia, tetapi jumlah gol dalam kekalahan kamilah
yang membuat saya sedih .”
Spanyol 12-1 Malta (1983)
Kalah 2-1 dari Belanda dan menempati
posisi kedua dari belakang pada kualifikasi Eropa tahun 1984 membuat
Spanyol memiliki peluang kecil menuju putaran final di Prancis. Kedua
tim berhadapan dengan Malta di partai terakhir, dan setelah Belanda
menang 5-0 tanggal 17 Desember, Spanyol membutuhkan sebelas gol empat
hari berikutnya jika ingin sampai ke final.
Tampak secercah harapan untuk Spanyol
ketika mereka mencetak skor 3-1 pada paruh permainan pertama, dan secara
luar biasa mereka mencetak sembilan gol lagi di sisa pertandingan.
Kiper Malta John Bonello menjadi figur yang terkenal di Spanyol dan di tahun 2006, dia menjadi bagian dari iklan bir Amstel di negara tersebut, dengan label el amigo perfecto, dan meski banyak dicerca di Malta, Bonello justru merasa ‘tersanjung’ karenanya.
“Bagaimanapun juga kekalahan 12-1 adalah fakta, tapi itu hanya pembuka menuju iklan tersebut,” ucapnya kepada jurnalis Malta Today. “Kalian menilainya salah. Mereka memilih saya karena saya adalah atlet, bukan karena hasil dari pertandingan tersebut. Saya terpilih dari ribuan kandidat. Siapapun yang menganggap iklan itu sebagai penghinaan, justru berpikiran bodoh.”
Kiper Malta John Bonello menjadi figur yang terkenal di Spanyol dan di tahun 2006, dia menjadi bagian dari iklan bir Amstel di negara tersebut, dengan label el amigo perfecto, dan meski banyak dicerca di Malta, Bonello justru merasa ‘tersanjung’ karenanya.
“Bagaimanapun juga kekalahan 12-1 adalah fakta, tapi itu hanya pembuka menuju iklan tersebut,” ucapnya kepada jurnalis Malta Today. “Kalian menilainya salah. Mereka memilih saya karena saya adalah atlet, bukan karena hasil dari pertandingan tersebut. Saya terpilih dari ribuan kandidat. Siapapun yang menganggap iklan itu sebagai penghinaan, justru berpikiran bodoh.”
Manchester United 9-0 Ipswich (1995)
Meski tanpa pemain kunci Eric Cantona
yang absen karena skors untuk waktu yang lama, United membukukan
kemenangan terbesar mereka di Liga Premier ketika mereka membantai Tractor Boys di Old Trafford dengan lima gol dicetak Andy Cole dan dua lagi oleh Mark Hughes. Walau demikian Blackburn masih memimpin klasemen sementara, dan striker Alan Shearer
tak peduli dengan performa United. “Tidak ada laga yang mudah di Liga
Premier,” terangnya, “kecuali jika Anda melawan Ipswich di kandang.”
United menyelesaikan musim itu dengan
terpaut satu poin di belakang Blackburn sedangkan Ipswich menempati
posisi bawah dengan kebobolan 93 gol.
Australia 31-0 American Samoa (2001)
Kemenangan tunggal American Samoa hingga
saat ini terjadi ketika melawan Wallis and Futuna tahun 1983, dan
mereka kalah 13-0 serta 9-0 masing-masing melawan Fiji dan Samoa di
kualifikasi Piala Dunia 2002 sebelum melawat ke kandang Australia.
“Takut bukan kata-kata yang tepat,” terang pelatih American Samoa, Tunoa Lui sebelum perjalanan. “Kami akan meminta pertolongan dari atas. Kami meminta Tuhan untuk memperkecil skor.”
“Takut bukan kata-kata yang tepat,” terang pelatih American Samoa, Tunoa Lui sebelum perjalanan. “Kami akan meminta pertolongan dari atas. Kami meminta Tuhan untuk memperkecil skor.”
The Socceroos, yang menang 22-0
atas Tonga, membutuhkan waktu sepuluh menit untuk membuka pundi gol
mereka kala itu, namun mereka sudah menyarangkan empat gol di menit 14. Archie Thompson
menyelesaikan pertandingan tersebut dengan melesakkan 13 gol, dan
kebingungan pun mencuat akan jumlah gol yang tercipta dan FIFA pun
sampai harus menunggu laporan wasit sebelum membenarkan hasil
pertandingan. Membukukan 53 gol tanpa kebobolan di dua pertandingan
pembuka kualifikasi grup Oceania, boss Australia Frank Farina
tidak terkesan dengan standar lawan mereka dan Australia pun memilih
untuk hijrah ke Federasi Sepak Bola Asia di awal tahun 2006.
AS Adema 149-0 Stade Olympique de L’Emyrne (2002
Asosiasi sepak bola Madagaskar
memutuskan untuk melarang beberapa pemain SO l’Emyrne dan pelatihnya,
setelah mereka memutuskan untuk memprotes keputusan wasit yang membuat
mereka kehilangan gelar juara dengan cara menembakkan bola ke gawang
mereka sendiri. Juara bertahan SO l’Emyrne ditahan imbang 2-2 oleh
Domoina Soavina Atsimondrano oleh keputusan penalti yang kontroversial
di menit akhir dalam turnamen bersistem round-robin untuk
menentukan gelar juara liga. Hasilnya, mereka memilih untuk menggunakan
pertandingan terakhir mereka melawan sang juara yang baru, Adema, untuk
menjelaskan posisi mereka. Para pemain Adema tidak mencetak gol-gol
tersebut. Mereka hanya berdiri terpana, melihat sang lawan mencetak
sejarah kekalahan kompetitif terbesar sepanjang sejarah dunia sepak
bola.
Bahrain vs Indonesia (2012)
Pada kualifikasi Pra Piala Dunia 2014,
yang mana Indonesia ditempatkan pada Group E, saat laga lanjutan dalam
kompetisi ini, Indonesia pun bertandang ke Bahrain. Sangat
mencengangkan, karena hasil pertandingan ini hingga wasit meniupkan
peluit panjang pertanda usainya babak kedua, Timnas Indonesia dihantam
10 gol tanpa balas oleh Bahrain, hal ini pun memancing kecurigaan FIFA
begitu pula pengurus PSSI yang hadir menyaksikan secara langsung laga
tersebut, bagaimana tidak? Di menit awal punggawa timnas Indonesia sudah
diganjar dua kartu merah oleh wasit, diindikasikan adanya kecurangan
yang terjadi pada laga kualifikasi ini di luar masalah internal yang
timbul di badan PSSI yang sedikit banyak dapat juga memperngaruhi
performa dari Timnas Garuda. (LM)
Selasa, 26 Februari 2013
Posisi Pemain Sepak Bola
Sebelum mengetahui posisi-posisi pemain yang ada
di dalam permainan sepak bola, ada baiknya mengetahui peraturan-peraturan yang
ada di dalamnya. Silahkan lihat peraturan
sepak bola secara garis besarnya terlebih dahulu.
Pemain manapun di dunia sepak bola pasti memiliki
satu posisi favorit yang menjadi andalannya untuk menjadi terkenal. Menentukan
posisi bermain di dalam permainan sepak bola adalah hal yang harus di lakukan
oleh seorang pemain maupun pelatihnya, karena selain mempersiapkan sang pemain
sesuai dengan posisi yang akan ia jalani penentuan posisi juga akan bermanfaat
besar bagi tim yang ia bela ketika melakoni sebuah pertandingan.
Fenomena ketidakpastian posisi Phil Jones di
bawah panji Man. Utd menjadi bahan pembicaraan di kalangan pengamat.
Tips mengambil tendangan penalti yang baik
Mengambil tendangan penalti dalam sepak bola adalah salah satu momen
yang paling tertekan dan intens dalam sebuah pertandingan sepak bola.
Ini adalah sebuah permainan pikiran dibandingkan fisik, dan ada
unsur-unsur penting untuk memahami dan diingat ketika Anda menjadi
penembak dari tendangan penalti. Hal terpenting yang harus di perhatikan
ketika menjadi pengambil tendangan pinalti adalah tidak memberikan
isyarat mata dan gerakan tubuh kemana bola akan di arahkan.
Tips Menjadi Gelandang Yang Hebat
Tips menjadi seorang gelandang yang hebat
kali ini akan saya bagikan kepada rekan-rekan yang membutuhkan
informasi ini. Sektor gelandang merupakan sektor penting dan vital yang
menjadi syarat mutlak bagi sebuah tim untuk mengendalikan permainan
tidak peduli di tingkat apa pertandingan tersebut di mainkan. Oleh
karena itu, sangat penting bagi rekan-rekan yang bermain di posisi ini
untuk bisa menjadi yang terbaik.
Pada kesempatan kali ini, rekan-rekan akan mendapatkan tips bagaimana menjadi seorang gelandang hebat (how to be a boss the midfield) dari salah satu gelandang terbaik dunia
yang bermain di klub dengan permainan yang menawan, Andres Iniesta.
Tips berikut ini bukanlah tips yang saya buat mengada-ngada karena saya
mengambil data tersebut dari berbagai sumber, salah satunya adalah
Majalah Four Four Two yang telah terkenal di jagad majalah sepak bola.
Tips Menjadi Seorang Gelandang Yang Hebat Dari Andres Iniesta
Menerima Passing
Sebelum menerima bola, saya terlebih dahulu melihat kepada siapa saya
bisa memberikan bola tersebut. Selalu waspada terhadap lawan yang ada di
sekitar Anda ; jika Anda merasa mereka sangat dekat, ambil satu
sentuhan untuk menjauhkan bola dari mereka. Cobalah dan tempatkanlah
diri Anda di ruang yang kosong untuk mendapatkan passing dari rekan
Anda. Semakin banyak ruang (kosong) yang Anda miliki, semakin banyak
waktu yang Anda untuk berpikir kemana bola tersebut akan di arahkan
selanjutnya. Dan ketika mendapatkan bola, jangan bergerak ke arah lawan.
Langganan:
Postingan (Atom)
