Social Icons

Tampilkan postingan dengan label IWAN FALS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IWAN FALS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Februari 2013

Lirik Lagu Iwan Fals - Kemesraan

Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang
Ombak dilautan yang kian menepi

Burung camar
Terbang bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita

Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta

Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu

Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Ingin kukenang selalu

Hatiku damai
Jiwaku tentram disampingmu
Hatiku damai
Jiwaku tentram bersamamu

Bersamamu

Lirik Lagu Iwan Fals - Kumenanti Seorang Kekasih

Bila mentari bersinar lagi
Hatiku pun ceria kembali (asyik)
Kutatap mega tiada yang hitam
Betapa indah hari ini

Kumenanti seorang kekasih
Yang tercantik yang datang dihari ini
Adakah dia akan selalu setia
Bersanding hidup penuh pesona harapanku

Jangan kau tak menepati janji
Datanglah dengan kasihmu
Andai kau tak datang kali ini
Punah harapanku

Lirik Lagu Iwan Fals - Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi

Raung buldozer gemuruh pohon tumbang
Berpadu dengan jerit isi rimba raya
Tawa kelakar badut badut serakah
Tanpa HPH berbuat semaunya

Lestarikan alam hanya celoteh belaka
Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu
Oh mengapa

Oh jelas kami kecewa
Menatap rimba yang dulu perkasa
Kini tinggal cerita
Pengantar lelap si buyung

Bencana erosi selalu datang menghantui
Tanah kering kerontang
lyricsalls.blogspot.com
Banjir datang itu pasti

Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi
Punah dengan sendirinya
Akibat rakus manusia

Lestarikan hutan hanya celoteh belaka
Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu
Saja

Oh jelas kami kecewa
Mendengar gergaji tak pernah berhenti
Demi kantong pribadi
Tak ingat rejeki generasi nanti

Lirik Lagu Iwan Fals - Ibu

Iwan Fals – Ibu
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….

Lirik Lagu Iwan Fals - Hadapi Saja

Relakan yang terjadi
Tak kan kembali
Ia sudah miliknya
Bukan milik kita lagi

Tak perlu menangis
Tak perlu bersedih
Tak perlu tak perlu sedu sedan itu
Hadapi saja

Pasrah pada Ilahi
Hanya itu yang kita bisa
Ambil hikmahnya
Ambil indahnya

Cobalah menari
Cobalah bernyanyi
Cobalah cobalah mulai detik ini
Hadapi saja

Hilang memang hilang
Wajahnya terus terbayang
Berjumpa dimimpi
Kau ajak aku
Tuk menari bernyanyi
Bersama bidadari, malaikat
Dan penghuni surga

Lirik Lagu Iwan Fals - Guru Oemar Bakrie

Tas hitam dari kulit buaya
“Selamat pagi!”, berkata bapak Oemar Bakri
“Ini hari aku rasa kopi nikmat sekali!”
Tas hitam dari kulit buaya
Mari kita pergi, memberi pelajaran ilmu pasti
Itu murid bengalmu mungkin sudah menunggu
(*)
Laju sepeda kumbang di jalan berlubang
S’lalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang
Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang
Banyak polisi bawa senjata berwajah garang
Bapak Oemar Bakri kaget apa gerangan
“Berkelahi Pak!”, jawab murid seperti jagoan
Bapak Oemar Bakri takut bukan kepalang
Itu sepeda butut dikebut lalu cabut, kalang kabut, cepat pulang
Busyet… Standing dan terbang
Reff.
Oemar Bakri… Oemar Bakri pegawai negeri
Oemar Bakri… Oemar Bakri 40 tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati
Oemar Bakri… Oemar Bakri banyak ciptakan menteri
Oemar Bakri… Profesor dokter insinyur pun jadi
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri
Kembali ke (*)
Bapak Oemar Bakri kaget apa gerangan
“Berkelahi Pak!”, jawab murid seperti jagoan
Bapak Oemar Bakri takut bukan kepalang
Itu sepeda butut dikebut lalu cabut, kalang kabut
Bakrie kentut… Cepat pulang
Oemar Bakri… Oemar Bakri pegawai negeri
Oemar Bakri… Oemar Bakri 40 tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati
Oemar Bakri… Oemar Bakri banyak ciptakan menteri
Oemar Bakri… Bikin otak orang seperti otak Habibie
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri

Lirik Lagu Iwan Fals - Galang rambu anarki

galang rambu anarki anakku
lahir awal januari menjelang pemilu
galang rambu anarki dengarlah
terompet tahun baru menyambutmu

galang rambu anarki ingatlah
tangisan pertamamu ditandai bbm
membumbung tinggi (melambung)
Reff:

maafkan kedua orangtuamu
kalau tak mampu beli susu
bbm naik tinggi
susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi

mungkin bayi kurang gizi (anak kami)
galang rambu anarki anakku
cepatlah besar matahariku
menangis yang keras, janganlah ragu

tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
doa kami di nadimu

Lirik Lagu Iwan Fals - Ethiopia

Iwan Fals - Ethiopia
Dengar rintihan berjuta kepala
Waktu lapar menggila
Hamparan manusia tunggu mati
Nyawa tak ada arti

Kering kerontang meradang
Entah sampai kapan
Datang tikam nurani
Selaksa doa penjuru dunia

Mengapa tak robah bencana
Menjerit Afrika mengerang Ethiopia
Ethiopia Ethiopia Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia Ethiopia Ethiopia

Derap langkah sang penggali kubur
Angkat yang mati dengan kelingking
Parade murka bocah petaka
Tak akan lenyap kian menggema

Nafas orang-orang disana
Merobek telinga telanjangi kita
Lalat-lalat berdansa cha cha cha
Berebut makan dengan mereka

Tangis bayi ditetek ibunya
keringkan airmata dunia
Obrolan kita dimeja makan
Tentang mereka yang kelaparan

Lihat sekarat dilayar Tv
Antar kita pergi ke alam mimpi
Ethiopia Ethiopia Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia Ethiopia Ethiopia

Disana terlihat ribuan burung nazar
terbang disisi iga-iga yang keluar
Jutaan orang memaki takdirnya
Jutaan orang mengutuk nasibnya

Jutaan marah....jutaan marah
Tak bisa berbuat apa-apa
Setiap detik selalu saja ada yang merintih
Setiap menit selalu saja ada yang mengerang

Aku dengar jeritan dari sisni...aku dengar
Aku dengar tangismu dari sini...aku dengar
Namun aku hanya bisa mendengar
Aku hanya bisa sedih

Hitam kulitmu sehitam nasibmu kawan
Waktu kita asik makan waktu kita asik minum
mereka haus..........mereka lapar
Mereka lapar...mereka lapar

Lirik Lagu Iwan Fals - Entah

Entah mengapa
Aku tak berdaya
Waktu kau bisikkan
Jangan aku kau tinggalkan

Tak tahu dimana
Ada getar terasa
Waktu kau katakan
Ku butuh dekat denganmu

Seperti biasa
Aku diam tak bicara
Hanya mampu pandangi
Bibir tipismu yang menari

Seperti biasa
Aku tak sanggup berjanji
Hanya mampu katakan
Aku cinta kau saat ini

Entah esok hari
Entah lusa nanti
Entah

Sungguh mati betinaku
Aku tak mampu beri sayang yang cantik
Seperti kisah cinta di dalam komik

Sungguh mati betinaku
Buang saja angan angan itu
Lalu cepat peluk aku

Lanjutkan saja langkah kita
Rasalah
Rasalah
Apa yang terasa

Lirik lagu Iwan Fals - Bongkar

Kalau cinta sudah di buang

Jangan harap keadilan akan datang

Kesedihan hanya tontonan

Bagi mereka yang di perbudak jabatan


(*) O, o, ya o ... Ya o ... Ya bongkar


O, o, ya o ... Ya o ... Ya bongkar


Sabar, sabar, sabar dan tunggu

Itu jawaban yang harus kami terima

Ternyata kita harus turun ke jalan

Robohkan setan yang berdiri mengangkang

Kembali ke : (*)


Reff I :

Penindasan serta kesewenang-wenangan

Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan

Hoi hentikan jangan di teruskan

Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan

O, o, ya o ... Ya o ... Ya bongkar

O, o, ya o ... Ya o ... Ya bongkar

Reff II :

Di jalan kami sandarkan cita-cita

Sebab dirumah tiada lagi yang bisa dipercaya

Orang tua pandanglah kami sebagai manusia

Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta

Kembali ke: (*), Reff I, Reff II

Lirik Lagu Iwan Fals - Bento

Namaku Bento rumah real estate
Mobilku banyak harta berlimpah
Orang memanggilku boss eksekutif
Tokoh papan atas atas segalanya

Asyik

Wajahku ganteng banyak simpanan
Sekali lirik oke sajalah
Bisnisku menjagal jagal apa saja
Yang penting aku senang aku menang

Persetan orang susah karena aku
Yang penting asyik sekali lagi

Asyik

Khotbah soal moral omong keadilan
Sarapan pagiku
Aksi tipu tipu lobying dan upeti
Woow jagonya

Maling kelas teri bandit kelas coro
Itu kantong sampah
Siapa yang mau berguru datang padaku
Sebut tiga kali namaku Bento Bento Bento

Asyik

Lirik Lagu Iwan Fals – Barang Antik

Lirik Lagu Iwan Fals – Barang Antik

Berjalan tersendat
Diantara sedan sedan licin mengkilat
Dengan warna pucat
Dan badan penuh cacat sedikit berkarat

Hei oplet tua dengan bapak sopir tua
Cari penumpang dipinggiran ibukota
Sainganmu mikrolet, bajai dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Bagai kutu jalanan
Di tengah tengah kota metropolitan
Cari muatan
Untuk nguber setoran sisanya buat makan

Hei oplet tua dengan bapak sopir tua
Cari penumpang dipinggiran ibukota
Sainganmu mikrolet, bajai dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Berjalan zig zag ngebut
Nggak peduli walau mobil sudah butut
Suara bising ribut
Yang keluar dari knalpotmu bagai kentut

Hei oplet tua dengan bapak sopir tua
Cari penumpang dipinggiran ibukota
Sainganmu mikrolet, bajai dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Oh bapak tua
Pemilik oplet tua
Tunggu nanti di tahun dua ribu satu
Mungkin mobilmu

Jadi barang antik
Yang harganya selangit
Oh bapak tua
Pemilik oplet tua

Tunggu nanti di tahun dua ribu satu
Mungkin opletmu
Jadi barang nyentrik
Yang harganya selangit

Lirik Lagu Iwan Fals - Bukan Pilihan

Aku Bukan Pilihan
ini Ku mengungkap tanya, siapakah dirinya
Yang mengaku kekasihmu itu
Aku tak bisa memahami
Ketika malam tiba
Ku rela kau berada
Dengan siapa kau melewatinya
Aku tak bisa memahami
Reff
Aku lelaki tak mungkin menerima bila
Ternyata kau mendua, membuatku terluka
Tinggalkan saja diriku, yang tak mungkin menunggu
Jangan pernah memilih, aku bukan pilihan
Selalu terungkap tanya, benarkan kini ada
Wanita yang kukenal hatinya
Aku tak bisa memahami
Tak perlu memilihku

Lirik Lagu Iwan Fals - Air Mata Api

Air Mata Api
Aku adalah lelaki tengah malam
Ayahku harimau ibuku ular
Aku dijuluki orang sisa sisa
Sebab kerap merintih kerap menjerit

Temanku gitar temanku lagu
Nyanyikan tangis marah dan cinta
Temanku niat temanku semangat
Yang kian hari kian berkarat semakin berkarat

Aku berjalan orang cibirkan mulut
Aku bicara mereka tutup hidung
Aku tersinggung peduli nilai nilai
Aku datangi dengan segunung api

Mereka lari ke ketiak ibunya
Ku tak peduli marahku menjadi
Mereka lari ke meja ayahnya
Aku tak mampu tenagaku terkuras

Lelaki tengah malam terkulai di tepi malam
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malam
Orang sisa sisa menangis
Orang sisa sisa menangis

Air matanya
Air matanya
Air matanya
Api

Aku berjalan orang cibirkan mulut
Aku bicara mereka tutup hidung
Aku tersinggung peduli nilai nilai
Aku datangi dengan segunung api

Mereka lari ke ketiak ibunya
Ku tak peduli marahku menjadi
Mereka lari ke meja ayahnya
Aku tak mampu tenagaku habis terkuras

Lelaki tengah malam terkulai di tepi malam
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malam
Orang sisa sisa menangis
Orang sisa sisa menangis

Air matanya
Air matanya
Air matanya
Api

Air matanya
Air matanya
Air matanya
Api

Lirik Lagu Iwan - Fals Dendam Damai


  • Tak habis pikir aku tak mengerti
    Mengapa ada orang yang senang membunuh ?
    Hanya karena uang semata
    Atau demi kuasa dan nama

    Bagi kita rakyat biasa
    Tak berdaya ditodong senjata
    Mencuri hidup yang hanya sekali
    Hanya berdoa yang kita bisa

    Dendam dendam celaka
    Menghasut kita tak jemu menggoda
    Damai damai dimana
    Bersembunyi tak ada wujudnya

    Kapan berakhirnya situasi seperti ini ?
    Tidak bisakah kita saling berpelukan ?

    Bukankah indah hidup bersama
    Saling berbagi saling menyinta
    Terasa hangat sampai ke jiwa
    Memancar ke penjuru dunia

    Jangan goyah percayalah teman
    Perang itu melawan diri sendiri
    Selamat datang kemerdekaan
    Kalau kita mampu menahan diri

    Dendam dendam celaka
    Menghasut kita tak jemu menggoda
    Damai damai dimana
    Bersembunyi tak ada wujudnya

    Kapan berakhirnya situasi seperti ini ?
    Tidak bisakah kita saling berpelukan ?

    Tak habis pikir aku tak mengerti
    Mengapa ada orang yang senang membunuh ?
    Hanya karena uang semata
    Atau demi kuasa dan nama

    Hanya karena itu semua
    Rela hancurkan tanah tercinta
    Rela hancurkan tanah tercinta

Lirik Ada Lagi Yang Mati Lyrics ( Album: 1910, 1988 )

Ada Lagi Yang Mati Lyrics
 ( Album: 1910, 1988 )


Aku lihat orang yang mati
Diantara tumpukan sampah
Lehernya berdarah membeku
Bekas pisau lawannya tadi malam

Depan pasar dekat terminal
Pagi itu orang berkerumun
Melihat mayatnya membusuk
Tutup hidung sesekali meludah

Aku lihat orang menangis
Di selah gaduhnya suasana
Segera aku menghampiri
Dengan bimbang kubertanya padanya

Rupanya yang mati sang teman
Teman hitam hidup sepaham
Hanya kisah yang dilewati
Ia berdua ikat tali saudara

Sementara surya mulai tinggi
Panas terasa bakar kepala

Sisa darah orang yang mati
Disimpannya didalam hati
Lalu diam seperti batu
Sampai malam sampai semuanya pergi

Depan pasar dekat terminal
Ada lagi orang yang mati
Lehernya berdarah membeku
Bekas pisau lawannya tadi malam

Sementara surya mulai tinggi
Panas terasa bakar kepala

Sementara surya mulai tinggi
Panas terasa bakar kepala

Dendam ada dimana mana
Dijantungku dijantungmu
Dijantung hari hari
Dendam ada dimana mana

Dendam
Dendam

Dendam ada dimana mana

Dendam
Dendam
Dendam

Lirik Lagu Iwan Fals - Celoteh Camar Tolol

Api menjalar dari sebuah kapal
jerit ketakutan keras melebihi
gemuruh gelombang yang datang

Sejuta lumba-lumba mengawasi cemas
Risau camar membawa kabar Tampomas terbakar
Risau camar memberi saran Tampomas dua tenggelam

Asap kematian dan bau daging terbakar
Terus menggelepar dalam ingatan
Hati kurasa bukan takdir Tuhan
Karena ku yakin itu tak mungkin

Korban ratusan jiwa
Mereka yang belum tentu berdosa
Korbankan ratusan jiwa demmi peringatan manusia

Bukan bukan itu
aku rasa kita pun tahu
Petaka terjadi karena salah kita sendiri

Datangnya pertolongan yang sangat diharapkan
Bagai rindukan bulan
Lamban engkau pahlawan celoteh sang pawang

Bermacam alasan tak mau kami dengar
Di pelupuk mata hanya terlihat derita
dan jerit penumpang kapal

Tampomas sebuah kapal bekas
Tampomas terbakar dilaut bebas
Tampomas penumpang terjun bebas
Tampomas beli lewat jalur culas
Tampomas hati siapa yang tak panas
Tampomas kasus ini harus tuntas
Tampomas orang-orang jadi amblas

Lirik Buku Ini Aku Pinjam Iwan Fals ( Album ‘1910’ 1988 )

Buku Ini Aku Pinjam
Iwan Fals ( Album ‘1910’ 1988 )

Dia tahu dia rasa
Cinta ini milik kita

Di kantin depan kelasku
Disana kenal dirimu
Yang kini tersimpan dihati
Jalani kisah sembunyi

Di halte itu kutunggu
Senyum manismu kekasih
Usai dentang bel sekolah
Kita nikmati yang ada

Seperti hari yang lain
Kau senyum tersipu malu
Ketika kusapa engkau
Genggamlah jari genggamlah hati ini

Memang usia kita muda
Namun cinta soal hati
Biar mereka bicara
Telinga kita terkunci

Dia tau dia rasa
Maka tersenyumlah kasih
Tetap langkah jangan hentikan
Cinta ini milik kita

Buku ini aku pinjam
Kan kutulis sajak indah
Hanya untukmu seorang
Tentang mimpi mimpi malam

Dia tau dia rasa
Maka tersenyumlah kasih
Tetap langkah jangan hentikan
Cinta ini milik kita

Dia tau dia rasa
Maka tersenyumlah kasih
Tetap luka jangan hentikan
Cinta ini milik kita

Cinta ini milik kita

Lirik 22 Januari Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981)


22 Januari
Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981)

Dua dua Januari
Kita berjanji
Coba saling mengerti
Apa di dalam hati

Dua dua Januari
Tidak sendiri
Aku berteman iblis
Yang baik hati

Jalan berdampingan
Tak pernah ada tujuan
Membelah malam
Mendung yang selalu datang

Kudekap erat
Kupandang senyummu
Dengan sorot mata yang keduanya buta

Lalu kubisikkan
Sebaris kata kata putus asa
Sebentar lagi hujan

Dua buku teori
Kau pinjamkan aku
Tebal tidak berdebu
Kubaca selalu

Empat lembar fotomu
Dalam lemari kayu
Kupandang dan kujaga
Sampai kita jemu

Lirik P. H.K. Iwan Fals ( Album Wakil Rakyat 1987 & Mata Dewa 1989 )

P. H.K.
Iwan Fals ( Album Wakil Rakyat 1987 & Mata Dewa 1989 )

Lelaki renta setengah baya
Geram di trotoar jalan
Saat panas tikam kepala
Seorang buruh disingkirkan

Bising mesin menyulut resah
Masih bisa engkau pendam
Canda anak istri dirumah
Bangkitkan kau untuk bertahan

Oh yaya Oh yaya Oh Yaa
Oh yaya Oh yaya Oh Yaa

Pesangon yang engkau kantongi
Tak cukup redakan gundah
Tajam pisau kepalan tangan
Antar kau ke pintu penjara

Oh yaya Oh yaya Oh Yaa
Oh yaya Oh yaya Oh Yaa

Sedanau nanah dari matamu
Tak mampu jatuhkan hati mereka
Serimba luka didalam jiwa
Juga tak berarti

Hitam benak kini mulai akrab
Hitam benar isi hari harimu

Kau tafakur dibalik jeruji pengap
Kau menjerit coba melawan

Realeted Post